Monday, June 9, 2008
Cara Budidaya Ikan Bandeng
Ikan bandeng adalah ; satu jenis ikan penghasil protein hewani tinggi. Usaha intensifikasi Cara Budidaya perlu dilakukan karena rendahnya produktivitas bandeng dgn Cara Budidaya tradisional. Peningkatan sistem Cara Budidaya juga harus diikuti dgn penggunaan teknologi baru.
II. Sifat Biologis.
Bandeng termasuk golongan ikan herbivora , yaitu bangsa ikan mengkonsumsi tumbuhan. Mampu mencapai berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5 - 6 bulan dgn pemeliharaan intensif.
III. Penyediaan Benih.
Usaha penyediaan benih (nener) secara kontinyu dgn mutu baik dilakukan dgn sistem pembenihan intensif pada kolam-kolam khusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran & kolam pembsaran. Dlm pembenihan bandeng langkah dilakukan ; :
1. Pemilihan induk unggul . Induk unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya, Ciri-cirinya :
- bentuk normal, perbandingan panjang & berat ideal.
- ukuran kepala relatif kecil, diantara satu peranakan pertumbuhannya paling cepat.
- susunan sisik teratur, licin, mengkilat, tak ada luka.
- gerakan lincah & normal.
- umur antara 4 5 tahun.
2. Merangsang pemijahan. Kematangan gonad bisa dipercepat dgn penggunaan hormone LHRH (Letuizing Hormon Releasing Hormon) melalui suntikan.`
3. Memijahkan. Pemijahan ; pencampuran induk jantan & berina telah matang sel sperma & sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi diluar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam khusus pemijahan
4. Penetasan. Telur mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 - 26 jam dr awal pemijahan. Telur telah menetas akan menjadi larva masih mempunyai cadangan makanan dr kuning telur induk, sehingga belum perlu diberi pakan hingga umur 2 hari.
5. Merawat benih. Setelah berumur 9 hari larva dipindahkan ke kolam pemeliharaan nener . Di kolam ini larva diberi pakan alami berupa plankton. Penumbuhan plankton dilakukan dgn pemupukan & pengapuran. Pemupukan tepat ; dgn pupuk TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA) mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, diantaranya N,P,K,Mg, Ca, Mg, S, Cl & lain-lain, juga dilengkapi dgn asam humat & vulvat mempu memperbaiki tekstur & meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dgn dosis 5 botol TON/ha or 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 pada tiap pemasukan air. Waktu peneneran 8 minggu. Pakan diberikan berupa tepung dgn kadar protein 30%. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuiran pakan dgn NASA dgn dosis 2 - 5 /kg pakan sangat diperlukan, karena NASA mengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N,P,K,Mg,Fe,Ca,S & lain-lain, vitamin, protein & lemak untuk meningkatkan pertumbuhan & kesehatan nener.
IV. Pembesaran.
Setelah dipelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng dipindahkan ke kolam pembesaran. Teknis pembesaran bandeng meliputi beberapa hal, yaitu :
1. Persiapan lahan.
Tahap ini dilakukan sebelum pemasukan air. kegiatan dilakukan selama persiapan lahan ; :
- Pencangkulan & pembalikan tanah. Bertujuan untuk membebaskan senyawa & gas beracun sisa Cara Budidaya hasil dekomposisi bahan organik baik dr pakan maupun dr kotoran. Selain itu dgn menjadi gemburnya tanah, aerasi akan berjalan dgn baik sehingga kesuburan lahan akan meningkat.
- Pengapuran. Selama Cara Budidaya, ikan memerlukan kondisi keasaman stabil yaitu pada pH 7 - 8. Untuk mengembalikan keasaman tanah pada kondisi tersebut, dilakukan pengapuran karena penimbunan & pembusukan bahan organik selama Cara Budidaya sebelumnya menurunkan pH tanah. Pengapuran juga menyebabkan bakteri & jamur pembawa penyakit mati karena sulit bisa hidup pada pH tersebut. Pengapuran dgn kapur tohor, dolomit or zeolit dgn dosis 1 TON /ha or 10 kg/100 m2.
- Pemupukan. Fungsi utama pemupukan ; memberikan unsur hara diperlukan bagi pertumbuhan pakan alami, memperbaiki struktur tanah & menghambat peresapan air pada tanah-tanah tak kedap air (porous). Penggunaan TON untuk pemupukan tanah dasar kolam sangat tepat, karena TON mengandung unsur-unsur mineral penting, & asam-asam organik utama memberikan bahan-bahan diperlukan untuk peningkatan kesuburan lahan & pertumbuhan plankton. Dosis pemupukan TON ; 5 botol/ha or 25 gr/100 m2.
- Pengelolaan air. setelah dilakukan pemupukan dgn TON, air dimasukkan hingga setinggi 10 - 20 cm kemudian dibiarkan beberapa hari, untuk menumbuhkan bibit-bibit plankton. Air dimasukkan hingga setinggi 80 cm or menyesuaikan dgn kedalaman kolam.
2. Pemindahan nener. Setelah plankton tumbuh (warna air hijau) & kecerahan sedlm 30 - 40 cm, nener di kolam peneneran dipindahkan ke kolam pembesaran dgn hati-hati dgn adaptasi terhadap lingkungan baru.
3. Pemberian Pakan. Sesuai dgn sifat bandeng termasuk hewan herbivore, maka ikan ini suka memakan tumbuh-tumbuhan ada di kolam. Tumbuhan disukai bandeng ; lumut, ganggang & klekap. Untuk mempercepat pertumbuhan, perlu pakan buatan pabrik, dgn standar nutrisi dibutuhkan untuk tumbuh optimal dgn kadar protein .minimal 25 - 28 %.
Sebagai hewan herbivora, unsur tumbuhan dlm pakan memang sangat penting,. Oleh karena itu, sebaiknya bahan baku unsur protein harus didominasi dr sumber tumbuhan or nabati dr tepung kedelai or bungkil kacang tanah. Sebagai acuan pemberian pakan ; : Jumlah pakan 5 - 7% dr berat badan. Waktu pemberian 3 - 5 kali sehari.
Penambahan NASA pada pakan buatan adalah pilihan tepat untuk meningkatkan pertumbuhan & ketahanan tubuh bandeng. NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak & vitamin akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran NASA dgn pakan buatan ; 2 - 5 cc/kg pakan dgn cara :
1. Timbang pakan sesuai dgn kebutuhan bandeng.
2. Basahi pakan dgn sedikit air agar pencampuran dgn NASA bisa merata.
3. Campurkan NASA sesuai jumlah pakan diberikan dgn dosis 2 - 5 cc/kg pakan.
4. Pakan siap untuk diberikan.
Pemberian pakan dgn menyebarkan secara merata pada seluruh areal kolam, agar seluruh bandeng bisa pakan.
V. Pengendalian hama & Penyakit.
Penyakit penting sering menyerang bandeng ; :
1. Pembusukan sirip, disebabkan oleh bakteri. Gejalanya sirip membusuk dr bagian tepi.
2. Vibriosis. Disebabkan oleh bakteri Vibriosis sp , gejalanya nafsu makan turun, pembusukan sirip, & bagian perut bengkak oleh cairan.
3. Penyakit oleh Protozoa. Gejalanya nafsu makan hilang, mata buta, sisik terkelupas, insang rusak, banyak berlendir.
4. Penyakit oleh cacing renik. Sering disebabkan oleh cacing Diploctanum menyerang bagian insang sehingga menjadi pucat & berlendir.
Penyakit dr bakteri, parasit & jamur disebabkan lingkungan buruk, & penurunan daya tahan tubuh ikan. Penurunan kualitas lingkungan disebabkan oleh tingginya timbunan bahan organik & pencemaran lingkungan dr aliran sungai.. Bahan organik & kotoran akan membusuk & manghasilkan gas-gas berbahaya. Ketahanan tubuh ikan ditentukan konsumsi nutrisinya. Maka cara pengendalian penyakit harus menitikberatkan pada kedua faktor tersebut. Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan bisa dilakukan perlakuan TON dgn dosis 5 botol/ha or 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 mengandung unsur mineral & asam-asam organik penting mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dlm kolam & unsur mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dlm jumlah ideal, perlu diberikan pakan dgn standar protein sesuai serta dgn penambahan/pencampuran NASA pada pakan buatan. NASA dgn kandungan mineral-mineral penting, vitamin, asam organic, protein & lemak akan menambah & melengkapi nutrisi pakan, sehingga ketahanan tubuh untuk hidup & berkembang selalu tercukupi.
Sumber :http://teknis-Cara Budidaya.blogspot.com
Cara Budidaya Lobster Air Tawar (LAT)
Download
Sumber : http://friscaprasetyo.multiply.com/
Cara Budidaya Ikan Mas
PENDAHULUAN
Ikan mas (Cyorinus carpio, L.) adalah spesies ikan air tawar sudah lama diCara Budidayakan & terdomestikasi dgn baik di dunia. Di Cina, para petani telah memCara Budidayakan sekitar 4000 tahun lalu sedangkan di Eropa beberapa ratus tahun lalu. Sejumlah varietas & subvarietas ikan mas telah banyak diCara Budidayakan Asia Tenggara sebagai ikan konsumsi & ikan hias.
Berdasarkan keanekaragaman genetik, ikan mas memiliki keistimewaan karena banyak strain/ras. Hal ini disebabkan karena: 1) penyebaran daerah asal mulai dr Cina sampai ke daratan Eropa sangat luas dgn keadaan lingkungan bervariasi & secara geografis terisolasi, 2) daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan, 3) akumulasi mutasi & 4) seleksi secara alami maupun oleh karya manusia (Hulata, 1995). Daya adaptasi tinggi juga menyebabkan ikan mas bisa hidup dlm ekosistem dataran rendah sampai dataran tinggi (sampai ketinggian 1800 m dpl.). Strain tersebut akan tampak dr keragaman bentuk sisik, bentuk tubuh & warna. Beberapa strain sudah di kenal di tanah air diantaranya ; Majalaya, Punten, Sinyonya, Domas, Merah/Cangkringan, Kumpai & sebagainya (Hardjamulia, 1995).
Usaha pemeliharaan ikan mas makin berkembang, dgn ditemukannnya teknologi pembesaran secara intensif di KJA (karamba jaring apung) & KAD (kolam air deras). Dgn demikian kebutuhan benih makin meningkat.
TEKNIK PRODUKSI IKAN MAS
A. Persiapan Kolam
Persiapan kolam untuk kegiatan pemijahan ikan nila antara lain peneplokan/ perapihan pematang agar pematang tak bocor, meratakan dasar kolam dgn kemiringan mengarah ke kemalir, membersihkan bak kobakan, menutup pintu pengeluaran dgn paralon, pemasangan saringan di pintu pemasukan serta pengisian kolam dgn air. Pemasangan saringan dimaksudkan untuk menghindr masuknya ikan-ikan liar sebagai predator or kompetitor bisa mempengaruhi kuantitas hasil produksi maupun kualitas benih dihasilkan.
B. Pembenihan
1. Pemeliharaan & Seleksi Induk
Induk dipelihara di kolam khusus secara terpisah antara jantan & betina. Pakan diberikan berupa pellet dgn kandungan protein 25%. Dosis pemberian pakan sebanyak 3% per bobot biomas per hari. Pakan tersebut diberikan 3 kali/hari.
Ikan betina diseleksi sudah bisa dipijahkan setelah berumur 1,5 - 2 tahun dgn bobot >2 kg. Sedangkan induk jantan berumur 8 bulan dgn bobot > 0,5 kg. Untuk membedakan jantan & betina bisa dilakukan dgn jalan mengurut perut kearah ekor. Bila keluar cairan putih dr lubang kelamin, maka ikan tersebut jantan.
Ciri-ciri ikan betina siap pijah adalah: (secara sederhana)
- Pergerakan ikan lamban
- Pada malam hari sering meloncat-loncat
- Perut membesar/buncit ke arah belakang & bila diraba terasa lunak
- Lubang anus agak membengkak/menonjol & berwarna kemerahan
Sedangkan untuk ikan jantan mengeluarkan sperma (cairan berwarna putih) dr lubang kelamin apabila di stripping.
2. Pemijahan
Dlm pemijahan, ikan dirangsang dgn cara membuat lingkungan perairan menyerupai keadaan lingkungan perairan umum dimana ikan ini memijah secara alami or dgn rangsangan hormon. Sehubungan dgn hal itu, maka langkah-langkah dlm pemijahan ikan mas ; :
- Mencuci dang mengeringkan wadah pemijahan (bak/kolam)
- Mengisi wadah pemijahan dgn air setinggi 75-100 cm
- Memasang hapa untuk mempermudah panen larva di bak or di kolam dgn ukuran 4 x 3 x 1 meter. Hapa dilengkapi dgn pemberat agar tak mengambang.
- Memasang kakaban di tempat pemihajan (dlm hapa). Kakaban bisa berupa ijuk dijepit bambu/papan dgn ukuran 1,5 x 0,4 m.
- Memasukkan induk jantan & betina siap pijah. Jumlah induk betina dipijahkan tergantung pada kebutuhan benih lepas hapa & luas kolam akan digunakan dlm pendederan 1. Bobot induk jantan sama dgn induk betina namun dgn jumlah lebih banyak
- Mengangkat induk memijah & memindahkannnya ke kolam pemeliharaan induk
3. Perawatan Larva
Kakaban diangkat 3 hari setelah telur menetas or setelah larva tak menempel di kakaban. Pakan larva berupa suspensi kuning telur dgn frekuensi 5 kali per hari (satu telur untuk 100.000 ekor larva). Waktu perawatan larva ini selama 5 hari sehingga larva sudah tahan untuk ditebar di kolam.
4. Pendederan
Kolam akan digunakan untuk pendederan seharusnya sudah dipersiapkan sebelumnya.
C. Pembesaran
1. Pembesaran di KJA
Sistem pembesaran intensif antara lain bisa dilakukan dlm keramba Jaring Apung biasa dipasang di perairan umum. Pemilihan lokasi penempatan jaring dlm suatu perairan akan sangat menunjang berhasilnya proses produksi. Beberapa karakteristik perairan tepat antara lain a) Air bergerak dgn arus terbesar, tetapi bukan arus kuat, b) Penempatan jaring bisa dipasang sejajar dgn arah angin, c) Ba& air cukup besar & luas sehingga bisa menjamin stabilitas kualitas air, d) Kedalaman air minimal bisa mencapai jarak antara dasar jaring dgn dasar perairan 1,0 meter, e) Kualitas air mendukung pertumbuhan seperti suhu perairan 270C sampai 300C, oksigen terlarut tak kurang dr 4,0 mg/l, & kecerahan tak kurang dr 80 cm.
Satu unit Keramba Jaring Apung minimal terdiri dr kantong jaring & kerangka jaring. Dimensi unit jaring berbentuk persegi empat dgn ukuran kantong jaring 7 x 7 x 3 M3 or 6 x 6 x 3 M3. Satu unit Keramba Jaring Apung terdiri empat set kantong & satu set terdiri dr dua lapis kantong Bagian ba& kantong jaring masuk kedlm air 2,0 sampai 2,5 meter. Kerangka jaring terbuat bisa dibuat dr besi or bambu & pelampung berupa steerofoam or drum. Bahan kantong jaring berasal dr benang Polietilena.
Frekuensi pemberian pakan minimal dua kali per hari. Sedangkan cara pemberian pakan agar efektif disarankan menggunakan Feeding Frame bisa dibuat dr waring dgn mesh size 2,0 mm berbentuk persegi empat seluas 1,0 smpai 2,0 m2. Alat ini di pasang di dlm ba& air kantong jaring pada kedalaman 30 sampai 50 cm dr permukaan air. Letak alat ini bisa ditengah kantong or di salah satu sudutnya
2. Pembesaran di KAD
Pemeliharaan ikan mas di kolam air deras harus mempertimbangkan beberapa hal antara lain lokasi dekat dgn sumber air (sungai, irigasi, dll.) dgn topografi memungkinkan air kolam bisa dikeringkan dgn cara gravitasi, kualitas air digunakan berkualitas baik & tak tercemar (kandungan oksigen terlarut 6-8 ppm) & dgn debit air minimal 100 liter permenit.
Bentuk kolam air deras bermacam macam tergantung kondisi lahan, bsa segitiga, bulat maupun oval. Ukurannya bervariasi disesuaikan dgn kondisi lahan & kemampuan pembiayaan. Umumnya KAD berukuran 10-100 m 2 dgn kedalaman rata-rata 1,0 - 1,5 meter. Dinding kolam tak terkikis oleh aliran air & aktivitas ikan . Oleh karena itu harus berkontruksi tembok or lapis papan. Dasar kolam harus memungkinkan tak daerah mati aliran (tempat dimana kotoran mengendap). Oleh karena itu kemiringan kolam harus sesuai (sekitar 2 - 5 %).