Showing posts with label Ikan Hias. Show all posts
Showing posts with label Ikan Hias. Show all posts

Wednesday, June 11, 2008

Cara Budidaya Ikan Mas Koki Mutiara

1. PENDAHULUAN
Ikan koki mutiara adalah jenis ikan mas mempunyai tubuh bulat dgn kepala kecil & ekor lebar. Ikan ini berasal dr daratan cina, namun di Indonesia sudah lama bisa diCara Budidayakan.
Pemasaran ikan ini selain di dlm negeri juga adalah jenis ikan di eksport & harganyapun cukup tinggi.
2. PEMIJAHAN

1)

Pemilihan induk

a.

Induk baik untuk dipijahkan sudah berumur + 8 bulan, dgn ukuran minimum sebesar telur itik.
b. Pilih induk berkepala kecil dgn tubuh bulat, sisik utuh & tersusun rapih. Bila ikan sedang bergerak, ekor & sirip akan kelihatan tegak.
c. Untuk mendapatkan keturunan berwarna, maka calon induk akan dipijahkan berwarna polos. Gunakan induk jantan berwarna putih & betina berwarna hitam or hijau lumut or sebaliknya.

2)

Perbedaan jantan & betina
INDUK JANTAN
INDUK BETINA
Pada sirip dada terbisa bintik-bintik bulat menonjol & bila diraba terasa kasar.
Pada sirip dada terbisa bintik-bintik & terasa halus bila diraba.
Induk telah matang bila diurut pelan kerarah lubang genital akan keluar cairan berwarna putih Bila diurut, keluar cairan kuning bening. Pada induk telah matang, perut terasa lembek & lubang genital kemerah-merahan.
3) Cara pemijahan

a.

Bak/aquarium telah bersih diisi dgn air telah diendapkan + 24 jam, kemudian letakkan eceng gondok untuk melekatkan telurnya.
b. Pilihlah induk telah matang telur, masukkan kedlm bak pada sore hari. Apabila pemilihan induk dilakukan dgn cermat, biasanya keesokan harinya telur sudah menempel pada akar eceng gondok.
c. Karena telur tak perlu dierami, induk bisa segera dipindahkan ke kolam penampungan induk, untuk menunggu sampai saat pemijahan berikutnya. Bila perawatannya baik, maka 3 ~ 4 minggu kemudian induk sudah bisa dipijahkan kembali.
3. PEMELIHARAAN BENIH

1)

Setelah 2 ~ 3 hari telur akan menetas, sampai berumur 2 ~ 3 hari benih belum diberi makan, karena masih mempunyai persediaan makanan pada yolk sac-nya (kuning telur).

2) Pada hari ke 3 ~ 4 benih sudah bisa diberi makanan kutu air telah disaring.
3) Setelah berumur + 15 hari benih mulai dicoba diberi cacing rambut disamping masih diberi kutu air, sampai benih keseluruhannya mampu memakan cacing rambut baru pemberian kutu air dihentikan.
4) Untuk telur ditetaskan di aquarium maka sebainya setelah benih berumur + 1 minggu dipindahkan ke bak/kolam lebih luas.
5) Ketinggian air dlm bak 10 ~ 15 cm dgn pergantian air 5 ~ 7 hari sekali. Setiap pergantian air gunakan air telah diendapkan lebih dahulu.
6) Untuk menghindr sinar matahari terlalu terik diperlukan beberapa tanaman pelindung berupa eceng gondok.
4. PEMBESARAN

1)

Pembesaran ikan dilakukan setelah benih berumur lebih dr 1 bulan sampai induk.

2) Jenis koki mutiara ini memerlukan banyak sinar matahari, untuk itu tanaman eceng gondok bisa dikurangi or dihilangi.
3) Untuk tahap pertama pembesaran bisa ditebar + 1.000 ekor ikan dlm bak berukuran 1,5 x 2 m. Kemudian penjarangan bisa dilakukan setiap 2 minggu dgn dibagi 2.
4) Pergantian air bisa dilakukan 3 ~ 5 hari sekali, juga dgn air telah diendapkan.
5) Makanan diberikan berupa cacing rambut. Makanan diberikan pada pagi hari secara adlibitum (secukupnya). Bila pada sore hari makanan masih tersisa, segera diangkat/dibersihkan.
6) Setelah berumur 4 bulan ikan sudah adalah calon induk. Untuk itu jantan & betina segera dipisahkan sampai berumur 8 bulan telah siap dipijahkan. Untuk induk ikan sebaiknya makanan diberikan yaitu berupa jentik nyamuk (cuk).
7) Sepasang induk bisa menghasilkan telur 2.000 s/d 3.000 butir untuk sekali pemijahan.
5. PENUTUP
Ikan mas koki mutiara mempunyai nilai ekonimis tinggi. Untuk benih berumur 1 bulan harganya berkisar Rp. 30,- s/d Rp. 50,- sedangkan sepasang induk berkisar Rp. 5.000,- s/d 10.000,-

Dgn cara pemeliharaan tepat disertai ketekunan bisa diharapkan penghasilan lumayan.
6. SUMBER
Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jakarta, 1996
7. KONTAK HUBUNGAN
Dinas Perikanan DKI Jakarta

Cara Budidaya Ikan Louhan



I. Pendahuluan

Generasi baru ikan hias telah lahir di awal milenium baru. Ikan hias dikenal dgn nama Lou Han ini telah mampu membuka mata para penggemar ikan hias dgn keindahan sosok & gerak geriknya. Sifatnya pemberang, tetapi mudah akrab dgn orang meninya, membuat penggemar ikan hias ingin untuk memeliharanya. Bahkan sebagian besar pemCara Budidaya ikan hias tergelitik untuk memijahkan ikan pamornya sebagai ikan hoki didengungkan mengalahkan ikan arwana.
Hal ini setidaknya ditampakkan oleh corak hitam pada tubuhnya sering menggambarkan kiasan or makna membuat pemiliknya mendapatkan sugesti positif. Misalnya ada seekor ikan memiliki guratan (marking) huruf berbunyi "rupiah" guratan ini memberi dorongan & intuisi kepada pemiliknya bahwa suatu saat dia akan menbisa berkah besar.
Disamping itu dgn berkembanya ikan louhan ini ada pengaruh positif bagi produsen pakan ikan Lou Han & pengrajin aquarium. jelas dgn kehadiran ikan Lou Han ini gairah para pelaku ikan hias lebih semarak lagi.

II. Sejarah & Jenis Louhan
Nenek mo ikan Louhan sebenarnya berasal dr keluarga Cichlidae hidup di perairan Amerika Selatan & Amerikan Tengah. Ada lima kriteria Lou Han digemari :
  1. Lou Han bertubuh segi empat, & jenis ini jumlahnya paling banyak di pasaran.
  2. Lou Han bertubuh bulat, & jenis ini sangat digemari karena dianggap sebagai Lou Han unik.
  3. Lou Han banyak memiliki bintik mutiaranya. Jenis ini dikeluarkan oleh Meng Aquarium & cukup populer.
  4. Kuning/golden/super red, saat ini adalah jenis Lou Han berperingkat harga tinggi. Jenis ini tak memilik corak hitam berjajar horizontal di sekujur tubuh.
  5. Lou Han dgn kepala nongnong. Jenis ini memiliki nuansa tersendiri & nongnong ini dipercaya memiliki tuah.
III. Air Untuk Pemijahan & Perawatan Lou Han
Dlm memCara Budidayakan or memijahkan Lou Han, kwalitas air memegang peran penting untuk menjaga kelangsungan hidup telur, burayak & Lou Han muda. Namun untuk mempersiapkan air berkwalitas sebenarnya tak terlalu sulit, karena termasuk memiliki teloransi cukup tinggi & mampu beradaptasi dgn suhu, keasaman serta kesadahan air. Sumber air bsa berasal dr :
  • Air sumur
    Apabila memCara Budidayakan ikan Lou Han dgn air sumur, maka harus diendapkan selama 48 jam terlebih dahulu sebelum digunakan.
  • Air PAM
    Air PAM baru bsa digunakan setelah kandungan khlorin & PH-nya dinetralkan & untuk itu bsa menggunakan Trisulfat 5 PPM, namun pada tahap peneluran agar dihindari.
IV. Peralatan & Perawatan Kolam or Aquarium.
  1. Peralatan
    Peralatan harus disediakan sebelum ikan dideder, dipelihara or dibesarkan antara lain :
a. Bak penampungan air
b. Filter ada beberapa jenis :
    - Filter biologi
    - Filter kimiawi
    - Filter mekanis
    1. Aerator
    2. Alat penampung air.
    3. Ornamen & bebatuan.
    4. Lampu fluorescence / UV
  1. Pembersih kolam & akuarium.
    Untuk membersihkan akuarium bsa dgn menggunakan sipon (spons) biasa or bergagang, & digosok keseluruh bagian dalam, untuk kotoran menempel dgn kuat bsa memakai silet or bahan kimia asalkan & dicuci & dibilas dgn baik & bersih. Namun akuarium or kolam dlm keadaan kosong or tak ada air & ikan.
  2. Pengurasan air.
    Pengurasan & penggantian air di akuarium terawat baik cukup dilakukan sebulan sekali. Ikan-ikan di dlm akuarium harus dipindahkan terlebih dahulu ke tempat lain jangan lupa menggunakan air telah memenuhi syarat kwalitas.
    Bila kolam or akuarium menggunakan filter bio seperti jenis bi bacl. Pengurasan dilakukan 2 - 3 bulan sekali.
V. Pakan Lou Han
    1. Pakan Alami.
      Pakan alami banyak jenisnya seperti : artemia, kutu air, cacing tanah, cacing rambut, cacing darah (blood worm), ikan kecil & udang renik.
    2. Pakan Buatan.
      Untuk pakan buatan harus harus diperhatikan unsur-unsur gizi terkandung antara lain :
      a. Protein.
      b. Lemak.
      c. Karbohidrat.
      d. Vitamin + mineral
      Bentuk pakan harus disesuaikan dgn bentuk & ukuran mulut ikan antara lain :
      - Bentuk emulsi.
      - Suspensi
      - Tepung
      - Lempengan
      - Pelet
VI. Tahapan Cara Budidaya Lou Han
  1. Pemilihan Calon induk bsa diperoleh dgn membeli ataupun memelihara sejak kecil.
  2. Tersedianya wadah akuarium, kolam & pakan
  3. Memilih induk sehat & berkwalitas, baik jantan maupun betinanya.
  4. Proses pemijahan sebaiknya bagian sisi akuarium ditutupi kertas koran. Apabila sudah bertelur untuk lebih sehat telurnya diberi anti jamur dgn dosis 10 ml/ 100 lt air.
Demikian sekelumit tentang kiat mengatasi permasalahan Cara Budidaya Lou Han. Semoga bermanfaat bagi anda penggemar ikan hias Lou Han.
Suku Dinas Peternakan & Perikanan
Kotamadya Jakarta Pusat
Jl. Tanah Abang I/1 Telp. 3519086

Cara Budidaya Ikan Cupang

Pendahuluan

Keindahan tubuh & ciri-ciri spesifik dimiliki oleh setiap ikan hias serta nilai ekonomis, ; faktor utama harus diperhatikan dlm Cara Budidaya ikan hias. Salah satu jenis ikan memiliki syarat-syarat tersebut ; ikan cupang hias.

Untuk membudiayakan or mengembangkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Wilayah Jakarta Pusat Cara Budidaya ikan cupang ada dilakukan diatas dak rumah & dipekarangan relatif sempit, dgn menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen or akuarium. Ikan ini relatif mudah dipelihara & diCara Budidayakan, karena tak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air or daphnia sp. bisa ditemukan di selokan airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dr jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan bsa diberi kutu air & diselingi dgn cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.

Wadah Cara Budidaya

Pada umumnya wadah pemeliharaannya ; bak semen or akuarium ukurannya tak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m or akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dr wadah pembesaran, bsa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil or ember bisa dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciri khusus

Ciri-ciri khas dimiliki oleh ikan cupang hias jantan ; selain warnanya indah, siripnya pun panjang & menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tak menarik (kusam) & bentuk siripnya lebih pendek dr ikan jantan.
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :

Umur ± 4 bulan
Bentuk ba& & siripnya panjang & berwarna indah.
Gerakannya agresif & lincah.
Kondisi ba& sehat (tak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina :

Umur telah mencapai +- 4 bulan
Bentuk ba& membulat menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek & warnanya tak menarik.
kondisi ba& sehat.

Pemijahan & perawatan ikan

Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dgn wadahnya maka langkah selanjutnya ; melakukan pemijahan :

  1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil & bersih.
  2. Isi wadah dgn air bersih dgn ketinggian 15 - 30 Cm.
  3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
  4. Tutup wadah dgn penutup wadah apa saja.
  5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dlm wadah pemijahan.
  6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur & menempel disarang berupa busa dipersiapkan oleh induk jantan.
  7. Induk betina segera dipindahkan & jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.
Pembesaran anak
  1. Ketika burayak ikan cupang sudah bisa brenang & sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media lebih besar untuk tempat pembesaran.
  2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
  3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air & wadah ditutup.
  4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
  5. & selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.
Pasca Panen
Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah bisa dilakukan pemanenan sekaligus bisa diseleksi or dipilih. Ikan berkwalitas baik & cupang hasil seleksi dipisahkan dgn ditempatkan ke dlm botol-botol tersendiri agar bisa berkembang dgn baik serta menghindr perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai tampak keindahannya & bisa dipasarkan.

Budi Daya Ikan Hias Live Bearer

Ikan hias cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan ikan hias di Indonesia mengalami kemajuan terus meningkat, terutama ikan hias air tawar asli Indonesia. Dr sekian banyak jenis
Ikan Hias  LIVE BEARER
Ikan Hias LIVE BEARER
ikan hias, tak semuanya telah bisa diCara Budidayakan. Dlm menternakkan ikan hias harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat & kebiasaan hidup berbeda-beda, misalnya dlm cara pemijahan, bertelur ataupun menyusun sarangnya.

Cara perkembangbiakkan ikan hias ada beberapa macam:
1) Ikan-ikan hias beranak.
2) Ikan-ikan hias bertelur berserakan.
3) Ikan-ikan hias meletakkan telurnya pada suatu subtrat.
4) Ikan-ikan hias menetaskan telurnya dlm sarang busa.
5) Ikan-ikan mengeramkan telurnya di dlm mulut.


Dlm tulisan ini akan dibahas mengenai cara-cara pemeliharaan ikan hias
beranak (live bearer), misalnya:
1) Ikan Guppy (Poecilia reticulata Guppy)
2) Ikan Molly (Poelicia latipinna Sailfin molly)
3) Ikan Platy (Xiphophorus maculatus Platy)
4) Ikan Sword tail (Xiphophorus helleri Sword tail)


2. CIRI-CIRI INDUK JANTAN & BETINA
1) Induk Jantan
a. Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut)
adalah modifikasi sirip anal berupa menjadi sirip panjang.
b. Tubuhnya rampaing.
c. Warnanya lebih cerah.
d. Sirip punggung lebih panjang.
e. Kepalanya besar.
2) Induk Betina
a. Dibelakang sirip perut tak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
b. Tubuhnya gemuk
c. Warnanya kurang cerah.
d. Sirip punggung biasa.
e. Kepalanya agak runcing.

HAL PERLU DIPERHATIKAN DLM PEMELIHARAAN

1) Air diperlukan ; ari cukup mengandung Oksigen (O2) & jernih.
2) Suhu air berkisar antara 15 ~ 270C.
3) pH disukai agak sedikit alkalis, yaitu berkisar 7 ~ 8.
4) Makanan diberikan bisa berupa makanan alami (cuk, cacing, kutu air) & makanan buatan, diberikan secukupnya.

4. TEKNIK PEMIJAHAN

1) Pemilihan indu. Pilihlah induk berukuran relatif besar, bentuk tubuh mengembung serta mempunyai warna indah.
2) Induk-induk telah dipilih dimasukkan dlm satu bak untuk beberapa pasang induk. Namun apaapabila menghendaki keturunan tertentu bisa pula dilakukan dgn cara memisahkan dlm bak tersendiri sepasangsepasang.
3) Bak-bak pemijahan harus dikontrol setiap hari. Setelah lahir, anak-anak ikan harus cepat-cepat diambil & dipisahkan dr induknya agar tak dimakan oleh induknya.

5. PERAWATAN BENIH

1) Anak-anak ikan baru lahir belum membutuhkan makanan, karena masih mengandung kuning telur (yolk egg). Setelah 4 ~ 5 hari anak ikan baru bisa diberi makanan berupa kutu air sudah disaring, or kuning telur telah direbus & dihancurkan.
2) Setelah mencapai ukuran medium (2 ~ 3 cm) bisa diberikan makanan cacing, kemudian setelah mencapai ukuran dewasa (5 ~ 7 cm) bisa diberi makanan cuk.
3) Disamping makanan alami bisa pula diberi makanan tambahan berupa cacing kering, agar-agar dll.
4) Pemberian makanan sebaiknya 2 kali sehari, hendaknya jangan berlebihan, karena bisa menyebabkan pembusukan bisa meerusak kualitas air.
5) Pergantian air. Air dlm bak or aquarium jangan sampai kotor/keruh, karena bisa menyebabkan kematian anak ikan. Kotoran bisa dibersihkan setiap 2 ~ 3 hari sekali dgn cara disiphon, air terbuang pada waktu penyiphonan sebanyak 10 ~20% bisa diganti dgn air baru.

6. PENUTUP

Cara Budidaya ikan live bearer ini sangat mudah & mempunyai tingkat keberhasilan tinggi. Untuk satu pasang ikan bisa menghasilkan 50 sampai 100 ekar ikan untuk satu kali pemijahan, dgn harga perekor Rp. 25,- sampai Rp. 75,-. Jenis ikan ini juga adalah ikan hias bisa di eksport misalnya: ikan Guppy. Dgn teknik pemeliharaan tepat & ketekunan tinggi akan dibisa hasil dgn warna sangat indah.

7. SUMBER

Dinas Perikanan DKI Jakarta, Jakarta, 1996
http://www.rawabelong.com

Cara Budidaya Ikan Arwana

ikan arwana
Ikan Arwana Merah, harganya bsa mencapai belasan juta rupiah

Arwana termasuk famili ikan "karuhun", yaitu Osteoglasidae or famili ikan "bony-tongue" (lidah bertulang), karena bagian dasar mulutnya berupa tulang berfungsi sebagai gigi. Arwana memiki berbagai julukan, seperti: Ikan Naga (Dragon Fish), Barramundi, Saratoga, PlaTapad, Kelesa, Siluk, Kaan, Pe, Tangkelese, Aruwana, or Arowana, tergantung dr tempatnya.

Bentuk & penampilan arwana termasuk cantik & unik. Tubuhnya memanjang, ramping, & "stream line", dgn gerakan renang sangat anggun. Arwana di alam mempunyai variasi warna seperti hijau, perak, or merah. Pada bibir bawahnya terbisa dua buah sungut berfungsi sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa di permukaan air. Sungut ini termasuk dlm kriteria penilaian keindahan ikan.

Potensi pertumbuhan arwana cukup besar, terutama dgn pemberian pakan berkadar protein tinggi. Pertumbuhan arwana di akuarium mencapai 60 cm, sedangkan di alam mencapai lebih dr 90 cm. Jenis arwana asal Amerika Selatan bisa tumbuh hingga 270 cm.

Arwana adalah ikan perenang atas (surface feeder), ditunjukkan oleh betuk mulut. Di alam mereka berenang di dekat permukaan untuk berburu mangsa. Arwana bisa menerima segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi seringkali mereka jadi sangat menyukai salah satu jenis pakan saja, & menolak jenis lainnya. Sebagai ikan peloncat, arwana di alam bsa menangkap serangga hinggap di ranting ketinggian 1-2 meter dr permukaan air. Maka pemeliharaan dlm akuarium harus ditutup dgn baik.

Arwana adalah ikan tangguh bisa hidup hingga setengah abad. Permintaan tinggi dgn ketersediaan alam terbatas menyebabkan eksploitasi di alam dibatasi. CITES (Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) menetapkan bahwa ikan Arwana Asia sebagai ikan menbisa perlindungan tertinggi. Berbagai jenis Arwana Asia antara lain:

1. Merah
Arwana merah berasal dr berbagai tempat di Propinsi Kalimantan Barat, seperti dr Sungai Kapuas & Danau Sentarum dikenal sebagai habitat dr Super Red (Chili & Blood Red). Perairan ini adalah wilayah hutan gambut menciptakan lingkungan primitif bagi ikan purba tersebut. Akan tetapi kondisi mineral, lingkungan air gambut (black water), & banyaknya cadangan pangan memadai telah mengkondisikan pengaruh baik terhadap evolusi warna pada ikan bersangkutan. Pengaruh geografis itu juga menyebabkan terciptanya variasi berbeda terhadap morfologi ikan ini, seperti ba& lebih lebar, kepala berbentuk sendok, warnah merah lebih intensif, & warna dasar lebih pekat.

Warna merah penuh akan tampak pada sirip ikan muda, pada bibir & juga sungut. Menjelang dewasa, warna merah akan muncul di berbagai bagian tubuh lainnya, terutama pada tutup insang & pinggiran sisik, sehingga tubuh ikan tampak berwarna merah.

Arwana merah dikelompokkan dlm 4 varietas, yaitu Merah Darah (Blood Red), Merah Cabai (Chili Red), Merah Orange (Orange Red), & Merah Emas (Golden Red). Keempat varietas ini secara umum diberi julukan Super Red or Merah Grade Pertama (First Grade Red), meskipun dlm perkembangannya super red lebih merujuk pada Merah Cabai & Merah Darah. Sedangkan dua varietas terakhir lebih sering di anggap sebagai super red dgn grade lebih rendah.

Perbedaan antara varitas merah cabai & merah darah dijabarkan pada tabel berikut :


Arwana Merah Cabai
Arwana Merah Darah
Tampilan Warna Seperti merah cabai Seperti merah darah
Bentuk fisik Bentuk tubuh lebih lebar, kepala berbentuk sendok lebih panjang & lebih ramping
Lebar tubuh relatif tetap hingga menjelang pangkal ekor, bingkai sisik lebih tebal menyempit secara gradual
Warna mala Mata merah & lebar sehingga pinggiran matanya seakan menyentuh bagian atas kepala & bagian rahang bawahnya mata lebih putih & lebih kecil
Bentuk ekor Seperti intan (diamond) Seperti kipas
Warna pada usia muda cenderung memiliki warna dasar hijau dgn kilap metalik pekat memiliki kilap lebih lemah & cenderung mirip dgn RTG muda; Bentuk tubuh lebih bulat
Pertumbuhan Lebih lambat Lebih cepat

Ciri morfologi fisik kedua jenis tersebut sudah nampak saat masih muda sehingga bisa dijadikan pedoman dlm membedakan kedua varitas tersebut.

Perkembangan warna antara Merah Cabai & Merah Darah diketahui juga berbeda. Perbedaan waktu dlm pencapaian warna merah penuh ; 1-2 tahun. Namun kedua varitas melalui tahapan perkembangan warna relatif sama yaitu melalui transisi warna orange. Beberapa arwana merah mempunyai warna pucat hingga sampai 8 tahun, baru kemudian berubah ke merah penuh dlm waktu 1 bulan. Menduga potensi arwana merah memerlukan kesabaran & usaha diperoleh dr pengalaman & kesabaran.

Varietas Merah Orange (Orange Red) adalah salah satu varietas umum dijumpai. Pada saat dewasa sisik tubuhnya menunjukkan warna orange. Dibandingkan dgn Chilli Red & Blood Red, sirip & ekor varietas ini tak semerah keduanya.
Merah Emas (Golden red) adalah varietas warna lain umum dijumpai disamping merah orange (Orange Red). Varietas ini adalah varietas dgn grade paling rendah. Setelah dewasa warna badannya hanyalah emas kekuningan. Warna bibir & sirip tak semerah Super Red, tetapi berwarna merah muda or merah jambu.

2. Golden (Cross Back, Cross Back Golden,CBG)
Golden varietas cross back adalah bagian dr varietas arwana golden. Varietas ini dijumpai di berbagai tempat di Malaysia, seperti Perak, Trengganu, Danau Bukit Merah & Johor. Oleh karena itu, mereka sering diberikan julukan sesuai dgn tempat asalnya, seperti Golden Pahang, Bukit Merah Blue or Malaysian Gold. Disebut sebagai cross back, karena varietas ini saat dewasa memiliki warna emas penuh hingga melewati punggungnya. Varietas ini harganya relatif lebih mahal bahkan paling tinggi dibandingkan lainnya karena termasuk jarang ditemui.

CBG dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan warna dasar sisik, yaitu Purple-Based (warna dasar ungu), Blue-Based (warna dasar biru), Gold Based (warna dasar emas), & Silver-Based (warna dasar perak). Arwana Gold dgn warna dasar emas diketahui bisa mencapai warna penuh pada usia lebih muda dibandingkan dgn varietas lain.

3. Golden (Ekor Merah, Red Tail Golden, RTG).
Adalah verietas dr arwana golden & sering disebut sebagai Arwana Golden Indonesia (Indonesian Golden Arwana). Varietas ini dijumpai di daerah Pekan Baru, Sumatera. Berbeda dgn Cross Back Golden (CBG), warna emas pada verietas ini tak akan berkembang hingga melewati punggung namun cuma akan mencapai baris ke empat sisik (baris sisik dihitung dr bawah, perut), or lebih baik bsa mencapai baris ke lima. Seperti halnya verietas cross back, warna dasar sisik RTG bsa biru, hijau, or emas. Begitu pula dgn warna bibir, ekor, & sirip, kedua varietas ini memiliki keragaan sangat mirip. RTG muda memiliki warna lebih kusam dibandingkan dgn varietas cross back muda.

RTG boleh dikatakan lebih tahan banting dibandingkan dgn CBG bisa tumbuh lebih besar, & juga lebih agresif. Jumlahnya di alam relatif lebih banyak dibandingkan dgn CBG, meskipun demikian tetap adalah varietas dilindungi CITES.

CBG sekilas mirip dgn ikan arowana golden red berasal dr negara kita. Perbedaan sangat mencolok bisa dilihat bila ukuran ikan sudah agak besar dgn ukuran 20 cm lebih. Pada CBG warna emas menutupi seluruh tubuh sampai ke bagian punggung ikan ditutupi oleh ring berwarna keemasan. Sedangkan pada golden red (RTG) punggung nya tidak. berwarna keemasan tapi tetap hitam (kelabu).

Membedakan CBG & RTG pada ukuran kecil (10-12 cm) sulit dilakukan & perlu kehati-hatian. Perbedaan harga juga sangat mencolok. Harga CBG ukuran 12 cm dihargai lebih dr 10 juta, ukuran 20-25 cm berkisar 15-25 juta. Golden red berukuran 12 cm dihargai 2 juta, sedangkan ukuran 20-25 cm dihargai 2.5-3.5 juta.

4. Arwana Hijau
Arwana hijau ditemukan di Thailand, Malaysia, Myanmar, Komboja, & juga di beberapa tempat di Indonesia. Variasi penampakan& warna bsa saja ditemukan di masing-masing daerah. Meskipun demikian secara umum bisa dikatakan bahwa pada umumnya berwarna kelabu kehijauan dangan pola garis-garis berwarna gelap pada ekor. Kepala & mulutnya lebih besar & lebih membulat dibandingkan dgn jenis arwana asia lainnya.

5. Banjar Merah
Banjar Merah boleh dikatakan adalah varietas arwana merah kelas 2 & diketahui bukan adalah strain murni arwana merah. Penampakannya ditunjukkan oleh warna sirip orange pucat, ekor berwarna orange or kuning, & tak memiliki warna merah di ba& maupun di pipi. Sepintas Banjar Merah muda sangat mirip dgn Arwana Merah muda, sehingga tak jarang hal ini bisa mengecoh para hobiis baru. Banjar dicirikan juga oleh bentuk kepala cenderung membulat dgn mulut tak terlalu lancip. Perbedaan lain bisa dilihat pada tabel berikut :


Banjar Merah
Arwana Merah Muda
Warna sirip warna sirip lebih muda or cenderung orange-merah pucat. merah pekat merata pada seluruh permukaan
Warna sisik Kuning or kehijauan Mengkilap
Bingkai sirip & tutup insang Pink tua or seperti karat, setelah dewasa menjadi jingga or merah Tak ada tampilan seperti pada Banjar

Apaapabila ragu dlm memilih arwana, bawalah seorang telah berpengalaman memelihara arwana or belilah arwana telah disertifikasi & memiliki sertifikat sah.

6. RED SPOTTED PEARL VS JARDINI
Arowana irian (jardini) ada 2 macam. umum ditemui berwarna dasar hijau & bermutiara merah. Jenis jardini lain berwarna dasar hitam & bermutiara emas serta lebih sulit ditemui.

Di Australia ditemukan pula jardini tipe 1 (warna dasar hijau, mutiara merah) disebut red spotted pearl (Scleropages leichardty). Cross back & golden red; red spotted pearl & jardini ; kerabat, dgn perbedaan lingkungan mempengaruhi performa.

Perbedaan sangat mencolok ; pada red spotted pearl, mutiara merah bertaburan secara mencolok pada tubuhnya. Sedangkan pada arowana jardini di mutiara di badannya tak semencolok arowana red spotted pearl dr australia. Harga jardini (mutiara merah,warna dasar hijau) 12-15 cm dijual dgn kisaran harga 60-80 ribu rupiah, sedangkan arowana red spotted pearl karena langka di Indonesia dihargai 1.3-1.5 juta rupiah.

Arwana tahan terhadap serangan berbagai penyakit. Tetapi sensitif terhadap perubahan kualitas air, terutama terhadap peningkatan kadar amonia, nitrit & nitrat.

Parameter Air.
pH. Arwana bisa hidup pada selang pH cukup lebar. Namun disarankan agar mereka dipelihara sesuai dgn kondisi aslinya di alam yaitu pada selang pH netral sampai agak masam (pH 6.0 -7.0).

Kesadahan. Arwana berasal dr perairan dgn kesadahan rendah, oleh karena itu direkomendasikan untuk memeliharanya pada selang kesadahan ini (GH 8 ). Arwana silver bisa hidup pada kisaran GH 4-10.

Temperatur. Arwana direkomendasikan untuk diperlihara pada selang suhu 26 - 30 C. Seperti halnya jenis ikan lain, hindr terjadinya perubahan suhu mendadak. Perubahan suhu mendadak bisa menyebabkan shock pada ikan bersangkutan, & bisa memicu berbagai masalah. Suhu terlalu tinggi untuk jangka waktu lama diketahui bisa menyebabkan tutup insang menggulung, hal ini tentu akan sangat menggangggu keindahan ikan tersebut.

Pencahayaan. Sebaiknya di area terang tanpa sinar matahari secara langsung.

Arwana bukan termasuk ikan sulit dipelihara, cuma perlu beberapa saat setiap hari or beberapa jam setiap minggu untuk merawat & mencek kondisi ikan & lingkungannya. Beberapa hal perlu diperhatikan dlm memelihara arwana :

Wadah
1. Kolam

Pemeliharaan induk arwana sebaiknya dilakukan di kolam. tanah. Lokasi untuk kolam perlu mempetimbangkan :

  • Tanah
    Jenis Tanah baik ; tanah Nat berlempung bisa menahan air & mendukung pertumbuhan pakan alami.
  • Topografi
    Perbedaan derajat kemiringan antara saluran pemasukan & pengeluaran maksimal 1%.
  • Air
    Suplai air memenuhi kualitas, kuantitas & kontinuitas dibutuhkan.

Kolam ideal berbentuk persegi panjang dgn ukuran minimal 10x10m2. Persiapan kolam sebelum tanam yaitu :

  • Pengeringan kolam hingga dasar retak-retak
  • Pembalikan dasar kolam, perbaikan pematang
  • Pengapuran dgn dosis 50-100 gram/m2
  • Perngisian air setinggi 100 cm

Hujan deras bisa mengakibatkan perubahan mendadak kualitas air. Untuk mencegah kematian ikan, ganti air (setelah hujan berhenti) minimal 30% dr total volume air.

2. Akuarium
Sebagai ikan hias, arwana bisa dipelihara dlm akuarium. Secara umum, semakin besar ukuran akuarium akan semakin baik, karena arwana memerlukan ruang gerak cukup luas. Ukuran akuarium minimal 3 kali dr panjang ikan dgn lebar 1. 5 kali panjang ikan. Akuarium ditempatkan di area jauh dr gangguan, untuk menghindr stress pada ikan. Tutup akuarium dgn tutup rapat & kuat karena arwana bisa melompat or mendorong tutup ke luar akuarium.

Setelah arwana berumur 4 bulan, pemeliharaan mulai dilakukan secara terpisah pada akuarium ukuran 75 x 45 x 45 cm untuk menghindr perkelahian antar ikan. Pemeliharaan 2-3 ekor arwana dlm satu akuarium perlu dihindari, mengingat sifat agresif akan menyebabkan perkelahian. Namun diperbolehkan pemeliharaan 6 ekor sekaligus, karena sifat agresif arwana menjadi sangat berkurang.

Untuk merangsang keluarnya warna bagus & pembentukan kromatofora, perlu diberikan pencahayaan buatan minimal 10-12 jam per hari. Hindr penyalaan lampu secara mendadak, bsa menyebabkan panik, sehingga ikan menabrak kaca or benda lainnya dlm akuarium & ikan menjadi terluka. Manipulasi pencahayaan sering bisa menimbulkan pantulan warna ikan dgn lebih baik. Letakkan lampu di bagian depan akuarium, & set sudut reflektor sedemikan rupa sehingga bsa memberikan pantulan optimal. Banyak pilihan lampu dijual dipasaran dgn spektrum bervariasi, lampu berspektrum penuh akan secara alamiah memantulkan wama-warna alami dr ikan.

Pada waktu 6-7 bulan setelah ikan bisa berenang bebas, ukuran mencapai 20-25 cm & bisa dipasarkan.

Perawatan Akuariurn
Sebagai karnivora, arwana akan memproduksi kotoran dlm jumlah relatif banyak dgn kandungan unsur nitrogen tinggi. Oleh karena itu, kadar amonia, nitrit, & nitrat dlm akuarium arwana sering kali menjadi masalah.

Penggantian air dilakukan untuk memperbaiki kualitas air telah menurun akibat banyaknya kotoran ikan. Oleh karena itu dlm penggantian air menggunakan sistem siphon (menggunakan selang air) sekaligus untuk mengeluarkan sisa-sisa kotoran ikan & juga kotoran melekat pada kaca. Penggantian air cukup dilakukan 2 or 4 minggu sekali & tak perlu seluruh air diganti tetapi cukup sejumlah 30-50 % dr total air. Perlu diperhatikan bahwa suhu & pH air pengganti harus relatif sama dgn air akuarium. Hindr terjadinya fluktuasi kualitas air saat melakukan penggantian air.

Bersamaan dgn penggantian air dilakukan juga pembersihan media filter mekanik digunakan.

Pakan hidup adalah jenis pakan utama bagi arwana termasuk karnivora. Pakan diberikan hendaknya bervariasi untuk menekan resiko kekurangan gizi tertentu.

Beberapa jenis pakan sering diberikan pada arwana ; ikan hidup, udang hidup, potongan udang segar, potongan daging ikan segar, serangga (jangkrik, kecoa, kelabang), cacing/ulat (cacing sutera, cacing tanah, cacing darah, ulat hongkong) & kodok.

Penggunaan pakan hidup perlu didahului dgn tindakan karantina memadai untuk menghindr masuknya bibit penyakit. Terutama pakan hidup berasal or hidup dlm air, seperti udang, ikan, or kodok. Hindr memberikan serangga or kodok mati, kecuali anda yakin betul tak berasal dr area tercemar insektisida.

Sebelum memberikan pakan hidup, bagian-bagian tubuh pakan diperkirakan bisa melukai mulut ikan dibuang terlebih dahulu. Seperti kaki belakang kecoa & jangkrik, or rostrum (duri pada kepala) udang. Bisa juga pakan hidup tersebut dilemahkan sebelum diberikan pada ikan, agar tak terjadi "kejar-mengejar" berlebihan dlm ruang akuarium sempit. Arwana mengalami kelebihan pakan dlm jangka lama, akan kehilangan nafsu makan selama beberapa hari bahkan beberapa minggu.

Pakan buatan adalah hasil ramuan dgn komposisi mencukupi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan arwana dgn cara melatih & membiasakan agar arwana mau memakannya.

Teknik Pemisahan Skala Kecil di Kolam Semen

1. Pemeliharaan Induk
Induk dipelihara dlm kolam berukuran 5 x 5 m dgn kedalaman air 0,5-0,75 m. Kolam ditutup plastik setinggi 0,75 m untuk mencegah lompatan ikan.

Ruangan pemijahan dibangun di pojok perkolaman & ditambah dgn beberapa kayu gelondongan untuk memberikan kesan alami. Batu & kerikil dihindr karena bisa melukai ikan or bisa tercampur pakan secara tak sengaja.

Kolam pembesaran dibangun di area tenang & ditutup sebagian, & dijauhkan dr sinar matahari langsung. Induk dipelihara dlm kolam pembesaran hingga mencapai matang gonad.

Pengelolaan Kualitas Air
Kualitas air dijaga agar mendekati lingkungan alami arwana yaitu pH 6,8-7,5 & suhu 27-29 C. Penggantian air dilakukan sebanyak 30-34% dr total volume dgn air deklorinisasi.

Pemberian Pakan
Keseimbangan gizi sangat penting bagi kematangan gonad & pemijahan. Induk diberikan pakan bervariasi mengandung kadar protein tinggi. Pakan diberikan setiap hari dlm bentuk ikan/udang hidup or runcah, & ditambah pelet dgn kadar protein 32 %. Jumlah pemberian pakan per hari ; 2 % dr bobot total tubuh.

Kematangan gonad
Matang gonad terjadi pada umur 4 tahun dgn panjang tubuh 45-60cm.
Pemijahan terjadi sepanjang tahun, & mencapai puncaknya antara bulan Juli & Desember. Induk jantan di alam akan menjaga telur sudah dibuahi dlm mulutnya hingga 2 bulan ketika larva mulai bisa berenang.

Arwana betina mempunyai ovarium tunggal mengandung 20-30 ova besar dgn diameter rata-rata 1,9 cm dgn kematangan berbeda-beda. Induk jantan dewasa juga mempunyai sebuah organ vital menyerupai testis.

Pembedaan Kelamin
Juvenil sulit dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan akan muncul setelah ikan berukur 3-4 tahun.

Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh & lebar mulut. Arwana jantan mempunyai tubuh lebih langsing & sempit, mulut lebih besar & warna lebih mencolok daripada betina. Mulut melebar dgn rongga besar digunakan untuk tujuan inkubasi telur. Perbedaan lain ; ukuran kepala jantan relatif lebih besar, sifat lebih agresif termasuk dlm perebutan makanan.

Kebiasaan Pemijahan
Tingkah laku arwana sangat unik selama masa pengenalan lain jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa minggu or bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini bisa diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan).

Sekitar 1-2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dgn tubuh seling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, Jantan membuahi telur & kemudian mengumpulkan telurdi mulitnya untuk diinkubasi sampai larva bisa berenang & bertahan sendiri. Diameter telur 8-10 mm & kaya akan kuning telur & menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dlm mulut jantan hingga 7-8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas dr mulut & menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45-50 mm.

2. Panen Larva
Inkubasi telur secara normal ; membutuhkan 8 minggu. Untuk memperpendek waktu, telur sudah dibuahi bisa dikeluarkan dr mulut pejantan 1 bulan setelah pemijahan. Induk jantan ditangkap dgn sangat hati-hati dgn jaring halus lalu diselimuti dgn handuk katun basah untuk menghindr ikan memberontak & terluka.

Untuk melepaskan larva dr mulut induk jantan, tarik perlahan bagian bawah mulut & tubuh ditekan ringan. Larva dikumpulkan dlm wadah plastik & diinkubasikan dlm akuarium. Jumlah larva bisa mencapai 25-30 ekor.

Teknik Pembenihan
Setelah dikeluarkan dr mulut pejantan, larva diinkubasikan dlm akuarium berukuran 45x45x90 cm. Temperatur air 27-29 C menggunakan pemanas thermostat. Oksigen terlarut 5 ppm (mg/ I) menggunakan aerator bukaan kecil.

Untuk mencegah infeksi akibat penanganan larva, dlm air dilarutkan Acriflavine 2 ppm. Menggunakan teknik pembenihan in vitro ini, Survival Rate (SR) dibisa sampai tahap ikan bisa berenang ; 90-100 %.

Selama periode inkubasi, larva tak perlu diberikan pakan. Beberapa minggu pertama selama kuning telur belum habis, biasanya larva hampir selalu berada pada dasar akuarium. Larva mulai berenang ke atas bertahap ketika ukuran kuning telur mengecil. Pada minggu ke delapan, kuning telur hampir terserap habis sehingga larva mulai berenang ke arah horizontal. Pada tahap ini, pakan hidup pertama harus mulai diberikan untuk mencegah larva saling Ketika ukuran larva mencapai 8,5 cm or berumur 7 minggu, kuning telur terserap secara penuh & larva bisa berenang bebas.

Pemeliharaan Larva
Tambahan pakan hidup bisa diberikan seperti cacing darah or anak ikan ukurannya sesuai bukaan mulut arwana.
Larva telah mencapai panjang 10-12 cm bisa diberikan pakan seperti udang air tawar kecil or runcah untuk mengimbangi kecepatan tumbuhnya.

Teknik Transportasi
Arwana apabila gelisah gampang sekali melakukan "jumping" or menabrak-nabrak. Apabila satu saja sisiknya terlepas akan tampak kurang indah. Juga bsa mengakibatkan sirip robek & patah.

Tubuh rusak bsa mengalami regenerasi, namun mungkin pula menjadi cacat& mengurangi keindahan penampilan, apalagi ada hal-hal yg bsa memperparah luka-lukanya (misalnya infeksi, pertumbuhan bekas luka yg lambat/delay). Untuk itu arwana perlu dilumpuhkan agar tak bisa berontak dlm proses pemindahan antar akuarium maupun transportasi jarak jauh. Dosis pembiusan diatur sedemikian rupa bergantung keperluan. Untuk transportasi jarak jauh, arwana dilumpuhkan gara tak bisa berontak namun tak sampai terbalik & masih bsa berenang. Pemindahan antar arwana akuarium menggunakan dosis ringan, penting arwana tak bisa berontak.

1. Persiapan Pre-anestesi :

  • Puasakan arwana selama 1-2 hari.
  • Lama puasa bergantung ukuran tubuh, jenis & kebiasaan arwana buang kotoran (lancar or tidak). Semakin besar ukuran arwana maka semakin lama waktu puasa, untuk menghindr arwana muntah or mengeluarkan kotoran.Untuk arwana berukuran kecil (<>
  • Siapkan air tampungan sudah teraerasi minimal 24 jam.
  • Kondisi arwana tak mengalami gangguan pernapasan, tak ditemukan kelainan pada tutup insang.

Alat & bahan :

  • Plastik dgn lebar sepanjang ba& arwana.
  • Wadah bak untuk tempat kantong plastik berisi arwana
  • Air segar, air telah diaerasi yg mencukupi minimal 24 jam. Hindr bahan-bahan kimia lain terlarut.
  • Bahan : Aquadine" cair

Prosedur Pelaksanaan :

  • Tangkap arwana dlm akuarium dgn tenang kantong plastik.
  • Masukkan cairan bius dlm plastik kira-kira 1 cc/lt.
  • Apabila sudah tampak tak bsa melompat, angkat kantong plastik.
  • Perhatikan apakah perlu ditambahkan lagi cairan bius untuk
    menurunkan kesadaran sampai arwana menjadi terbalik, tunggu reaksi bius beberapa menit.
  • Jaga arwana selalu tenggelam dlm air, untuk menghindr kembung.
  • Apabila sudah tak berontak, perhatikan gerakan tutup insang harus tampak bergerak. (Dlm waktu kurang dr 5 menit, arwana mulai gelisah & kehilangan keseimbangan & tak banyak bergerak. Karena bagian tubuhnya yg berat ada di bagian atas, maka arwana mulai terbalik. Badannya mulai kaku/ kejang. Perhatikan gerakannya, terutama gerakan insang yg menunjukkan masih adanya usaha untuk bernapas.
  • Untuk keperluan foto & pengukuran, angkat ke tempat telah dipersiapkan & lakukan secepat mungkin, apabila terlalu lama di luar air bsa kembung.

Paska Pembiusan :

  • Masukkan kembali ke dlm akuarium dgn air tak mengandung bahan kimia lain. Jaga di bawah kucuran air, dlm air dekat permukaan.
  • Arwana mulai siuman, jaga jangan sampai terbentur benda-benda di sekelilingnya.
    Efek samping :
  • Obat bius tanpa pengenceran mengenai sisik arwana menyebabkan iritasi selaput lendir & menimbulkan alergi pada beberapa orang.
  • Apabila arwana kembung, bsa disiapkan larutan daun ketapang kering tua dituangkan dlm akuarium, suhu dinaikkan level air direndahkan. Arwana kembung dicirikan tak bisa menyelam ke dasar& berenang nungging.
  • Apabila pembiusan terlalu dlm biasanya gerakan tubuh mulai jarang, gerakan insang juga demikian. Pembiusan lebih dlm lagi akan mengurangi kekejangan otot, saat tersebut insang juga tak ada gerakan, ikan berada pada posisi mengambang. Untuk mengatasinya tambahkan air segar untuk mengencerkan dosis obat bius or di ceburkan ke tank bersih dibawah kucuran air.
Sumber: Buku Cara Budidaya Ikan Arwana, Direktorat Jenderal P. Cara Budidaya
http://rawabelong.com