Wednesday, January 14, 2009

Sistem Kultur Jaringan

Kultur jaringan/Kultur In Vitro/Tissue Culture ; suatu teknik untuk mengisolasi, sel, protoplasma, jaringan, & organ & menumbuhkan bagian tersebut pada nutrisi mengandung zat pengatur tumbuh tanaman pada kondisi aseptik,hingga bagian-bagian tersebut bisa memperbanyak diri & beregenerasi menjadi tanaman sempurna kembali.

Teori Dasar Kultur Jaringan
a. Sel dr suatu organisme multiseluler di mana pun letaknya, sebenarnya sama dgnsel zigot karena berasal dr satu sel tersebut (Setiap sel berasal dr satu sel).

b. Teori Totipotensi Sel (Total Genetic Potential), artinya setiap sel memiliki potensi genetik seperti zigot yaseperti itumampu memperbanyak diri & berediferensiasi menjadi tanaman lengkap.


Aplikasi Teknik Kultur Jaringan dalam Bidang Agronomi
a. Perbanyakan vegetatif secara cepat (Micropropagation).
b. Membersihkan bahan tanaman/bibit dr virus
c. Membantu program pemuliaan tanaman (Kultur Haploid, Embryo Rescue, Seleksi In Vitro, Variasi Somaklonal, Fusiprotoplas, Transformasi Gen /Rekayasa Genetika Tanaman dll).
d. Produksi metabolit sekunder.

Faktor-Faktor Mempengaruhi Regenerasi

1. Bentuk Regenerasi dalam Kultur In Vitro : pucuk aksilar, pucuk adventif, embrio somatik, pembentukan protocorm like bodies, dll

2. Eksplan ,; bagian tanaman dipergunakan sebagai bahan awal untuk perbanyakan tanaman. Faktor eksplan penting ; genotipe/varietas, umur eksplan, letak pada cabang, & seks (jantan/betina). Bagian tanaman bisa digunakan sebagi eksplan ; pucuk muda, batang muda, daun muda, kotiledon, hipokotil, endosperm, ovari muda, anther, embrio, dll.

3. Media Tumbuh, Di dalam media tumbuh mengandung komposisi garam anorganik, zat pengatur tumbuh, & bentuk fisik media. Terbisa 13 komposisi media dalam kultur jaringan, antara lain: Murashige & Skoog (MS), Woody Plant Medium (WPM), Knop, Knudson-C, Anderson dll. Media sering digunakan secara luas ; MS.

Tabel 1. Komposisi media Murashige & Skoog (MS)
Bahan Kimia Konsentrasi Media (mg/l)

1. NH4NO3 1650
2. KNO3 1900
3. CaCL2.2H20 440
4. MgSO4.7H20 370
5. KH2PO4 170
6. FeSO4.7H20 27
7. NaEDTA 37,3
8. MnSO4.4H20 22,3
9. ZnSO4.7H2O 8,6
10. H3BO3 6,2
11. KI 0,83
12. Na2MoO4.2H20 0,25
13. CuSO4.5H20 0,025
14. CoCl2.6H20 0,025
15. Myoinositol 100
16. Niasin 0,5
17. Piridoksin-HCL 0,5
18. Tiamin -HCL 0,1
19. Glisin 2
20. Sukrosa 30.000


4. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman
Faktor perlu diperhatikan dalam penggunaan ZPT ; konsentrasi, urutan penggunaan & periode masa induksi dalam kultur tertentu. Jenis sering digunakan ; golongan Auksin seperti Indole Aceti Acid(IAA), Napthalene Acetic Acid (NAA), 2,4-D, CPA & Indole Acetic Acid (IBA). Golongan Sitokinin seperti Kinetin, Benziladenin (BA), 2I-P, Zeatin, Thidiazuron, & PBA. Golongan Gibberelin seperti GA3. Golongan zat penghambat tumbuh seperti Ancymidol, Paclobutrazol, TIBA, & CCC.

5. Lingkungan Tumbuh
Lingkungan tumbuh bisa mempengruhi regenerasi tanaman meliputi temperatur, panjang penyinaran, intensitas penyinaran, kualitas sinar, & ukuran wadah kultur.

0 comments: