Sunday, December 14, 2008

Jenis Rambutan (Nephelium sp.)

1. SEJARAH SINGKAT
Rambutan (Nephelium sp.) adalah tanaman buah hortikultural berupa pohon dgnfamili Sapindacaeae. Tanaman buah tropis ni dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dr Indonesia. Hingga saat ni telah menyebar luar di daerah beriklim tropis seperti Filipina & negara-negara Amerika Latin & ditemukan pula di daratan mempunyai iklim sub-tropis.

2. JENIS TANAMAN
Dr survey telah dilakukan terbisa 22 jenis rambutan baik berasal dr galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dr dua jenis dgngalur berbeda. Ciri-ciri membedakan setiap jenis rambutan dilihat dr sifat buah (dr daging buah, kandungan air, bentuk, warna kulit, panjang rambut). Dr sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan digemari orang & diCara Budidayakan dgnmemilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya:

1) Rambutan Rapiah buah tak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi, kulit berwarna hijau-kuning-merah tak merata dgnberamut agak jarang, daging buah manis & agak kering, kenyal, ngelotok & daging buahnya tebal, dgndaya tahan bisa mencapai 6 hari setelah dipetik.

2) Rambutan Aceh Lebak bulus pohonnya tinggi & lebat buahnya dgnhasil rata-rata 160-170 ikat per pohon, kulit buah berwarna merah kuning, halus, rasanya segar manis-asam banyak air & ngelotok daya simpan 4 hari setelah dipetik, buah ni tahan dalam pengangkutan.

3) Rambutan Cimacan, kurang lebat buahnya dgnrata-rata hasil 90-170 ikat per pohon, kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua, rambut kasar & agak jarang, rasa manis, sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan.

4) Rambutan Binjai adalah salah satu rambutan terbaik di Indonesia dgnbuah cukup besar, dgnkulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar & jarang, rasanya manis dgnasam sedikit, hasilbuah tak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok.

5) Rambutan Sinyonya, jenis rambutan ni lebat buahnya & banyak disukai terutama orang Tionghoa, dgnbatang kuat cocok untuk diokulasi, warna kulit buah merah tua sampai merah anggur, dgnrambut halus & rapat,rasa buah manisa sam, banyak berair, lembek & tak ngelotok.

3. MANFAAT TANAMAN
Tanaman buah rambutan sengaja diCara Budidayakan untuk dimanfaatkan buahnya mempunyai gizi, zat tepung, sejenis gula mudah terlarut dalam air, zat protein & asam amino, zat lemak, zat enzim-enzim esensial & nonesensial, vitamin & zat mineral makro, mikro menyehatkan keluarga, tetapi ada pula sementara masyarakat memanfaatkan sebagai pohon pelindung di pekarangan, sebagai tanaman hias.

4. SENTRA PENANAMAN
Di Indonesia menjadi sentra penanaman rambutan ; di Jawa khususnya sangat besar produksi buah rambutan antara lain di Bekasi, Kuningan, Malang, Probolinggo, Lumajang & di Garut.

5. SYARAT PERTUMBUHAN
5.1. Iklim

1) Dalam Cara Budidaya rambutan angin berperan dalam penyerbukan bunga.

2) Intensitas curah hujan dikehendaki olh pohon rambutan berkisar antara 1.500-2.500 mm/tahun & merata sepanjang tahun

3) Sinar matahari harus bisa mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam, intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dgnsuhu lingkungan.

4) Tanaman rambutan akan bisa tumbuh berkembang serta berbuah dgnoptimal pada suhu sekitar 25 derajat C diukur pada siang hari. Kekurangan sinar matahari bisa menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kempes).

5) Kelembaban udara dikehendaki cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah & sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban rendah, berarti udara kering karena miskin uap air. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman rambutan.

5.2. Media Tanam
1) Rambutan bisa tumbuh baik pada lahan subur & gembur serta sedikit mengandung pasir, juga bisa tumbuh baik pada tanah banyak mengandung bahan organik ataui pada tanah keadaan liat & sedikit pasir.

2) Pada dasarnya tingkat/derajat keasaman tanah (pH) tak terlalu jauh berbeda dgntanaman perkebunan lainnya di Indonesia yaseperti ituantara 6-6,7 & kalau kurang dr 5,5 perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.

3) Kandungan air dalam tanah idealnya diperlukan untuk penanaman pohon rambutan antara 100-150 cm dr permukaan tanah.

4) Pada dasarnya tanaman rambutan tak tergantung pada letak & kondisi tanah, karena keadaan tanah bisa dibentuk sesuai dgntata cara penanaman benar (dibuatkan bedengan) sesuai dgnpetunjuk ada.

5.3. Ketinggian Tempat
Rambutan bisa tumbuh subur pada dataran rendah dgnketinggian antara 30 - 500 m dpl. Pada ketinggian dibawah 30 m dpl rambutan bisa tumbuh namun tak begseperti itubaik hasilnya.

6. PEDOMAN CARA BUDIDAYA
6.1. Pembibitan

1) Persyaratan Benih
Benih diambil biasanya dipilih dr benih-benih disukai olh masyarakat konsumen antara lain: Rambutan Rapiah, Rambutan Aceh, Lebak bulus, Rambutan Cimacan, Rambutan, Rambutan Sinyonya.

2) Penyiapan Benih
Persiapan benih biji dipergunakan sebagai pohon pangkal setelah buah dikupas & diambil bijinya dgnjalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah seperti itudi angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam) & biji siap disemaikan. Disamping seperti itubisa pula direndamdgnlarutan asam dgnperbandingan 1:2 dr air & larutan asam terdiri dr asam chlorida (HCl) 25% atau Asam Sulfat (H2S04) BJ = 1.84, caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dgnair tawar bersih sebanyak 3 kali berulang dgnair mengalir selama 10 menit & dianginkan selama 24 jam. Untuk menghidr jamur biji bisa dibalur dgnlarutan Dithane 45, Attracol 70 WP atau fungisida lainnya.

3) Teknik Penyemaian Benih
Teknik penyemaian benih dipilih lahan gembur & mudah menbisa pengairan serta mudah dikeringkan disamping seperti itumudah diawasi seperti: mencangkul tanah sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dr rumput-rumput, batu-batu & sisa pepohonan & benda keras lainnya. Kemudian tanah dihaluskan hingga menjadi gembur & buatkan bedang-bedeng berukuran 1-1,5 m lebar & tinggi sekitar 30 cm, panjang disesuaikan dgnluas pekarangan/persawahan. Tetapi idealnya panjang bedgnsekitar 10 m, dgnkeadaan arah membujur dr Utara ke Selatan, supaya mendapatkan
banyak sinar matahari walaupun setelah diberi atap pelindung, dgnjarak antara bedeng 30 cm & untuk menambah kesuburan bisa diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang sudah matang & benih siap disemaikan. Selain dgnmelalui proses pengecambahan juga biji bisa langsung ditunggalkan pada bedeng-bedeng sudah disiapkan, untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan, biji-biji tersebut ditanam pada bedengbedeng berjarak 10 X 10 cm setelah berkecambah & berumur 1-1,5 bulan & sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit bisa dipindahkan dr bedeng persemaian ke bedeng penanaman.

4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Setelah bibit berkecambang & telah berumur 1-1,5 bulan disiram pagi sore, setelah kecambah dipindah ke bedeng pembibitan penyiraman cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit, dgnmenggunakan "gembor" supaya merata & tak merusak bedgn& diusahakan air bisa menembus sedalam 3-4 cm dr permukaan. Kemudian dilakukan pendangiran bedgnsupaya tetap gembur & dilakukan setiap 2-3 minggu sekali, rumput tumbuh disekitarnya supaya disiangi, hindarkan dr serangan hama & penyakit, sampai umur kurang lebih 1 tahun persemaian dilakukan terhadap pohon baru setelah seperti itubisa dilakukan pengokulasian ditentukan dgnsistem Fokkert sudah disempurnakan sebelumnya daun-daun dirontokkan pada pohon induk telah dipilih mata kulitnya & kemudian setelah disiapkan tempat untuk penempelan mata kulit tersebut sampai mata kulit seperti itutumbuh tunas, setelah seperti itutunas asli pada pohon induk telah ditempel dipangkas, kemudian rawat dgnpenyiraman 2 kali sehari & mendangir serta membersihkan rumput-rumput ada disiangi, kemudian bisa juga diberi pupuk urea 10 gram untuk tiap 1 m² untuk 25 tanaman rambutan.

5) Pemindahan Bibit
Cara pemindahan bibit telah berkecambah atau di cangkok maupun diokulasi bisa dgnmencungkil/membuka plastik melekat pada media penanaman dgncara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak & dilakukan penyungkilan sekitar 5 cm & agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya bisa dipotong sedikit untuk menjaga penguapan kemudian lebar daun dipotong separuh serta keping menempel dibiarkan sebab berfungsi sebagai cadangan makanan sebelum bisa menerima makanan dr tanah baru. & ditanam pada bedeng pembibitan dgnjarak 30-40 cm & ditutupi dgnatap dipasang miring lebih tinggi di Timur dgnharapan bisa lebih banyak kena sinar mata hari pagi.

6.2. Pengolahan Media Tanam

1) Persiapan
Pilihlah tanah subur, hindr daerah berkondisi tanahnya terlampau liat & tak memiliki sirkulasi baik, meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur dgncara membuat sengke& (teras) pada bagian curam, kemudian untuk menggemburkan tanah perlu dibajak atau cukup dicangkul dgnkedalaman sekitar 30 cm secara merata.

2) Pembukaan Lahan
Tanah akan dipergunakan untuk kebun rambutan dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak & rerumputan dibuang & benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak/dicangkul. Bila bibit berasal dr cangkokan pengolahan tanah tak perlu terlalu dalam tetapi kalau dr hasil okulasi perlu pengolahan cukup dalam. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 meter & kedalam disesuaikan dgnkedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air kurang lancar. Tanah kurus & kurang humus atau tanah cukup liat diberikan pupuk hijau dibuat dgncara mengubur ranting-ranting & dedaunan & kondisi ni dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya.

3) Pembentukan Bedengan
Setelah tanah keadaan gembur & buatkan bedeng-bedgn berukuran 8 m lebar & tinggi sekitar 30 cm dgnperataan dasar atasnya guna menopang bibit akan ditanam, panjang disesuaikan dgnluas pekarangan/persawahan. Tetapi idealnya panjang bedgnsekitar 10 m, dgnkeadaan arah membujur dr utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi walaupun setelah diberi atap pelindung, dgnjarak antara bedeng 1 m diharapkan untuk lalu-lintas para pekerja & dapat
dipergunakan sebagai saluran air pembuangan, & untuk menambah kesuburan bisa diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang sudah matang

4) Pengapuran
Pengapuran pada dataran berasal dr tambak & juga dataran baru terbentuk tak bolh ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur, setelah lobang-lobang seperti itudigali dgnukuran penanaman di pekarangan & dasarnya ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 6-6,7 sebagai syarat tumbuhnya tanaman rambutan, setelah 1 minggu dr penaburan kapur diberi pupuk kandang supaya tanah menjadi subur.

5) Pemupukan
Setelah jangka waktu 1 minggu dr pemberian kapur pada lubang-lubang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang sebanyak 25 kg (kurang lebih 1 blek) & setelah 1 minggu lahan baru siap untuk ditanami bibit rambutan telah jadi.

6.3. Teknik Penanaman

1) Penentuan Pola Tanaman
Penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dgnjarak 10 x 10 cm setelah berkecambah & berumur 1-1,5 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 3 helai maka bibit/zaeling bisa dipindahkan pada bedeng ke dua dgnjarak 1-14 meter. Untuk menghindr sengatan sinar matahari secara langsung dibuat atap berbentuk miring lebih tinggi ke Timur dgnmaksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh.

2) Pembuatan Lubang Tanaman
Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng telah siap untuk tempat penanaman bibit rambutan sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dgnukuran 1 x 1 x 0,5 m sebaiknya telah dipersiapkan 3-4 pekan sebelumnya & pada waktu penggalian tanah diatas & dibawah dipisahkan nantinya dipergunakan untuk penutup kembali lubang telah diberi tanaman, sedangkan jarak antar lubang sekitar 12-14 m.

3) Cara Penanaman
Setelah berlangsung selama 2 pekan lubang ditutup dgnsusunan tanah seperti sedia kala & tanah bagian atas dikembalikan setelah dicampur dgn3 blek (1 blek kurang lebih 20 liter) pupuk kandang sudah matang, & kira-kira 4 pekan & tanah berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru rambutan ditanam & tak perlu terlalu dalam secukupnya, maksudnya batas antara akar & batang rambutan diusahakan setinggi permukaan tanah ada disekelilingnya.

4) Lain-lain
Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan rangkanya dibuat dr bambu/bahan lain dgndipasang posisi agak tinggi disebelah Timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dr pada sore hari, & untuk atapnya bisa dibuat dr daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air bisa dipenuhi secara alamiah.

6.4. Pemeliharaan Tanaman

1) Penjarangan & Penyulaman
Karena kondisi tanah telah gembur & mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan & harus disiangi sampai radius 1-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tak tumbuh dgnbaik segera dilakukan penggantian dgnbibit cadangan.

2) Perempalan
Agar supaya tanaman rambutan mendapatkan tajuk rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan peempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping untuk memperolh tajuk seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, memperbanyak & mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara. Pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir dgnharapan muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya & hasil berikutnya bisa meningkat.

3) Pemupukan
Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman rambutan tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dgnaturan:
a) Pada tahun ke 2 setelah penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dgncampuran 30 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea & 20 germ ZK dgncara ditaburkan disekeliling pohon/dgnjalan menggali disekeliling pohon sedalam 30 cm selebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut & tutup kembali dgntanah galian sebelumnya.
b) Tahun berikutnya perlu dosis pemupukan perlu ditambah dgnkomposisi 50 kg pupuk kandang, 60 kg TSP, 150 gr Urea & 250 gr ZK dgncara pemupukan sama, apabila menggunakan pupuk NPK maka perbandingannya 15:15:15 dgnukuran diantara 75-125 kg untuk setiap ha, & bila ditabur dalam musim hujan & dgnkomposisi 250-350 kg apabila dilakukan saat awal musim penghujan.

4) Pengairan & Penyiraman
Selama dua minggu pertama setelah bibit berasal dr cangkokan/okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi & sore. & minggu-minggu berikutnya penyiraman bisa dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman rambutan telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bolh dikurangi lagi bisa dilakukan saat-saat diperlukan saja. & bila turunterlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tak tegenang air dgncara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air.

5) Waktu Penyemprotan Pestisida
Guna mencegah kemungkinan tumbuhnya penyakit/hama karena kondisi cuaca/hewan-hewan perusak maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida umumnyadilakukan antara 15-20 hari sebelum panen & juga apabila kelembaban udara terlalu tinggi akan tumbuh cendawan, apabila musim penghujan mulai tiba perlu disemprot fungisida beberapa kali selama musim hujan pestisida & insektisida

6) Pemeliharaan Lain
Untuk memacu munculnya bunga rambutan diperlukan larutan KNO(Kalsium Nitrat) akan mempercepat 10 hari lebih awal dr pada tak diberi KNO& juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) rambutan pada setiap stadium (tahap perkembangan) serta mempercepat pertumbuhan buah rambutan.

7. HAMA & PENYAKIT

7.1. Hama pada Daun
Hama tanaman rambutan berupa serangga seperti semut, kutu, kepik, kalong & bajing serta hama lainya seperti, keberadaan serangga ni dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. misal: ulat penggerek buah (Dichocricic punetiferalis) warna kecoklat-coklatan dgnciri-ciri buah menjadi kering & berwarna hitam, Ulat penggerek batang (Indrabela sp) membuat kulit kayu & mampu membuat lobang sepanjang 30 cm, Ulat pemakan daun (Ploneta diducta/ulat keket) memakan daun-daun terutama pada musim kemarau. Ulat Jengkal (Berta chrysolineate) pemakan daun muda hingga penggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning.

7.2. Penyakit
Penyakit tanaman rambutan disebabkan organisme semacam ganggang (Cjhephaleusos sp) diserang umumnya daun tua & muncul pada musim hujan dgnciri-ciri adanya bercak-bercak kecil dibagian atas daun disertai seratserat halus berwarna jingga adalah kumpulan sporanya. Ganggang Chaphaleuros kesimbiose dgnlumut kerek (lichen) & bisa dijumpai pada daun & batang rambutan, nampak seperti panu hingga ranting diserang bisa mati; Penyakit akar putih disebabkan olh cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus dgntanda rizom berwarna putih menempel pada akar & apabila akar kena dikupas akan nampak warna kecoklatan.

7.3. Gulma
Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman rambutan berbentuk rerumputan berada disekitar tanaman rambutan akan mengganggu pertumbuhan perkembangan bibit rambutan olh sebab seperti ituperlu dilakukan penyiangan secara rutin.

8. PANEN

8.1. Ciri & Umur Panen
Buah rambutan telah matang dgnciri-ciri melihat warna disesuikan dgnjenis rambutan ada juga dgnmencium baunya serta terakhir dgnmerasakan rambutan sudah masak dibandingkan dgnrambutan belum masak, bisa dipastikan bahwa pemanenan dilakukan sekitar bulan Nopember sampai Februari, juga bisa dipengaruhi musim kemarau atau musim penghujan.

8.2. Cara Panen
Cara pemanenan terbaik ; dipetik beserta tungkalnya sudah matang (hanya sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tak menjadi rusak. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen agar bisa bertunas kembali cepat berbuah apabila pemetikan tak terjangkau bisa dilakukan dgnmenggunakan galah untuk mengkait tangkai buah rambutan secara benar.

8.3. Periode Panen
Periode pemanenan buah rambutan dilakukan pada sekitar bulan Nopember sampai dgnFebruari (masa musim penghujan). Dgndicari buah masak & belum masak supaya ditinggal dulu & kemudian dipanen kembali

8.4. Prakiraan Produksi
Apabila penanganan & pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik & benar serta memenuhi aturan ada maka bisa diperkirakan mendapatkan hasil maksimal. Setiap pohonnya bisa mencapai hasil minimal 0,10 kuintal, & maksimal dapan mencapai 1,75 kuintal setiap pohonnya.

9. PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan
Setelah dilakukan pemanenan benar buah rambutan harus diikat secara baik, biasanya dikumpulkan tak jauh dr lokasi pohon hingga selesai pemanenan secara keseluruhan.

9.2. Penyortiran & Penggolongan
Tujuan penyortiran buah rambutan bagus agar harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran & mutunya, buah kecil tetapi baik mutunya bisa dicampur dgnbuah besar dgnsama mutunya, biasanya dijual dalam bentuk ikatan & perlu diingat bahwa dalam 1 ikatan diusahakan sama besar & sama baik mutunya. & dilakukan sesuai dgnjenis rambutan, jangan dicampur adukkan dgnjenis lain.

9.3. Penyimpanan
Penyimpanan terbaik untuk mengawetkan buah rambutan biasanya dilakukan dgnjalan dibuat asinan/manisan & dimasukkan dalam kaleng/botol atau bisa juga dgnmenggunakan kantong plastik. Hal ni bisa menjaga kesterlilan & ketahanan serta lama penyimpanannya.

9.4. Pengemasan & Pengangkutan
Hasil jual bisa tinggi tak tergantung dr rasanya saja,tetapi pada kenampakan& cara pengikatannya,apabilaakan dijual tak jauh dr lokasi maka cukup diikat & kemudian di angkut dgnkendaraan/dimasukkan dalam karung. Untuk pengiriman dgnjarak agak jauh (antar pulau) membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan rambutan. Caranya di pak dgnmenggunakan peti sebelum dipilih & di pak sebaiknya dicuci terlebih dahulu dgnair sabun & dibilas kemudian dikeringkan, setelah dipisah dr tangkainya, apabila ada terkena jamur sebaiknya direndam dulu dgnlarutan soda 1,5% selama 3-5 menit kemudian disikat dgnsikat lunak. Setelah seperti itudisusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, sebelumnya dialasi dgnlumut/ sabut kelapa, setelah seperti itudilapisi dgnkertas minyak. Setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi dgnkertas minyak & dgnsabut kelapa terakhir ditutup dgnpapan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti bagian pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan.

10. ANALISIS EKONOMI CARA BUDIDAYA TANAMAN

10.1 Analisis Usaha Cara Budidaya
Untuk mendukung perhitungan analisis usaha tani rambutan secara konvensional ada beberapa hal perlu diketahui antara lain:
1) Tanaman rambutan diCara Budidayakan secara pencangkokan atau mengokulasi dgnjarak tanam 12-14 m hingga populasi tanaman setiap hektar mencapai 1000 tanaman.
2) Varietas tanaman rambutan diCara Budidayakan adalah jenis disukai konsumen.
3) Di lokasi penanaman diusahakan dekat dgnsumber air, dekat dgnsipekerja.
4) Tenaga kerja dibedakan menjadi dua yakni tenaga kerja pria (HKP) & tenaga kerja wanita (HKW), dgnongkostenaga kerja pria lebih tinggi dr pada tenaga kerja wanita dgnjam kerja per harinya 8 jam.
5) Cara Budidaya rambutan dilakukan pada musim (Maret-September).
10.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Buah rambutan adalah buah populer di kawasan ASEAN, khususnya di tanh air dn di negara Jiran Malaysia tempat asal buah rambutan. Buah rambutan bisa dikonsumsi langsung (buah segar) ataupun diolah menjadi buah kalen & manisan buah rambutan.
Rambutan selain sebagai buah segar digemari, hasil olahannya pun menjadi komoditi primadona memiliki prospek cukup cerah di Asia & di negara-negara lainnya. Pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri masih adalah lahan pemasaran menjanjikan. Hingga sangat tepat untuk memCara Budidayakan buah rambutan secara intensif dgndidukung kondisi alam ada.

0 comments: